PANGLIMA DIVISI INFANTERI 2 KOSTRAD

147

AMANAT

PADA UPACARA PEMBUKAAN TRADISI PENERIMAAN WARGA BARU DIVIF 2 KOSTRAD TA 2016

Tangggal  

: 21 April 2016

Pukul   

: 08.00

Tempat 

  

: Lap. Sapta Marga Madivif 2 Kostrad 

Kepala Staf Divif 2 Kostrad yang saya hormati,

Para Asisten Kasdivif 2 Kostrad yang saya hormati,

Para Dansatjar Divif 2 Kostrad wilayah Malang yang saya hormati,

Komandan Latihan dan Para Pelatih yang saya hormati,

Para Perwira, Bintara dan Tamtama peserta tradisi penerimaan warga baru Divif 2 Kostrad yang saya cintai dan saya

banggakan,

Assalamu’alaikum Wr. Wb, ...Selamat Pagi dan Salam Sejahtera bagi kita sekalian,...Shaloom,...Om Swastiastu, 

Pertama-tama marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan 

ridho-Nya pada hari ini kita dapat mengikuti Upacara Pembukaan Tradisi Penerimaan Warga Baru Divif 2 Kostrad dalam keadaan sehat 

wal’afiat. Kepada para Perwira, Bintara dan Tamtama yang hari ini akan mengikuti tradisi, saya ucapkan “Selamat Datang” di satuan Divif 

2 Kostrad. Semoga kehadiran kalian sebagai prajurit yang baru di Divif 2 Kostrad dapat memacu kinerja dan produktifitas Divif 2 Kostrad 

sebagai satuan kebanggaan Angkatan Darat.

Para peserta upacara dan hadirin sekalian yang saya hormati,

Penyelenggaraan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan di satuan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa korsa, soliditas dan semangat 

pengabdian. Tradisi penerimaan Warga baru juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki/Rumongso Handarbeni dan kebanggaan 

sebagai prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad. Hal ini penting, mengingat jiwa korsa yang ditunjang oleh semangat pengabdian yang tinggi, 

merupakan salah satu kunci keberhasilan prajurit dalam melaksanakan berbagai bentuk penugasan.Tradisi penerimaan warga baru Divif 2 

Kostrad, yang salah satu kegiatannya menaklukan Gunung Arjuno mengandung maksud bahwa prajurit Divif 2 Kostrad diharapkan memiliki 

sifat dan watak kesatria seperti tokoh pewayangan Arjuno yaitu gagah berani, pantang menyerah dan rela berkorban. 

Para peserta upacara yang saya banggakan,

Membangun kesiapan operasional satuan bukan hanya sebatas kesiapan kemampuan fisik semata, akan tetapi faktor kemampuan non fisik 

yang dilandasi tumbuh berkembangnya semangat patriotisme dengan dilandasi oleh kekuatan moral pada setiap diri prajurit juga tidak boleh 

diabaikan, hal ini hanya dapat diperoleh melalui kegiatan tradisi satuan seperti yang sedang kita lakukan sekarang ini. Sehubungan dengan 

hal tersebut, saya berharap kepada para peserta tradisi sekalian hendaknya kegiatan ini dapat menjadi wahana untuk membentuk prajurit-

prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad yang memiliki  watak dan moral yang mencerminkan jati diri   prajurit sapta marga, yang senantiasa mampu 

mempersembahkan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Perjalanan pengabdian kalian masih panjang, dan tentunya banyak pula 

tantangan tugas yang akan dihadapi. Maka setiap prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad harus selalu berfikir untuk senantiasa bekerja keras  dalam 

menghadapi tugas-tugas ke depan yang tidak ringan tersebut.

Para peserta upacara dan hadirin sekalian yang saya banggakan,

Berkenaan dengan dibukanya kegiatan ini, saya berharap kepada komandan latihan beserta seluruh pelatih dan pendukung, agar dapat 

melaksanakan tugas pembinaan tradisi ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Sedangkan kepada para peserta tradisi sekalian saya berharap 

agar melaksanakan setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya kalian dapat menjadi prajurit Divisi Infanteri 2 

Kostrad yang profesional, memiliki kemampuan fisik dan kesamaptaan yang prima, berdisiplin dan beretika keprajuritan yang luhur, serta 

memiliki kebanggaan terhadap satuan.Sebelum mengakhiri amanat ini, saya ingin menekankan beberapa atensi sebagai berikut : 

Pertama : Mantapkan terus keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Kedua  : Bagi para pelatih dan pembina, sadari bahwa warga baru ini adalah rekan seprofesi kita di satuan, sekaligus aset berharga bagi 

satuan. Oleh karenanya bimbing, arahkan dan ajari secara persuasif dan edukatif. Lakukan pembinaan tradisi ini dengan keras dan tegas, 

namun bukan kekerasan. 

Ketiga  : Bagi pelaku tradisi, jadikan kegiatan pembinaan tradisi ini sebagai sarana pengenalan lebih mendalam terhadap satuan Divif 2 

Kostrad, sekaligus membuka kesadaran dan pemahaman kalian semua, bahwa kalian nantinya adalah bagian penting dari satuan Divif 2 

Kostrad, oleh sebab itu segera kenali, cintai dan junjung tinggi nama baik satuanmu. 

Keempat : Perhatikan faktor keamanan, pengamanan dan keselamatan dalam setiap kegiatan. 

Kelima : Tingkatkan terus disiplin, dedikasi dan loyalitas, serta perkokoh soliditas dan solidaritas prajurit Divif 2 Kostrad. 

Keenam : Jaga nama baik satuan dengan menghindari segala bentuk pelanggaran baik pelanggaran hukum maupun pelanggaran disiplin.

Para peserta upacara dan hadirin sekalian yang saya banggakan,

Demikian amanat saya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk, bimbingan dan kekuatan kepada kita dalam 

melanjutkan pengabdian kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai.  

Sekian dan Terima Kasih.Wassalamu’alaikum Wr. Wb....Shaloom,...Om, Santi, Santi, Santi, Om.“Vira Cakti Yudha” Selesai.

Malang, 21 April 2016

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad,

Ganip Warsito, S.E., M.M.

Mayor Jenderal TNI